Jumat, 11 Januari 2013

TUGAS BESAR GAMBAR TEKNIK


A.      TATA CARA PENYUSUNAN TUGAS MENGGAMBAR TEKNIK


o   Batas akhir pengumpulan Tugas Menggambar Teknik  adalah 1 minggu sebelum ujian akhir semester
o   Alat-alat gambar yang disiapkan:
§  Pensil mekanik (2B)
§  Penggaris lurus
§  Busur derajat
§  Jangka
§  Sepasang penggaris segitiga
§  Penghapus
§  Mal huruf dan mal lengkung
§  Kertas ukuran A4 (80 gram)
o   Ukuran kertas gambar :
Tabel 1.1  Macam Ukuran kertas gambar standar




20 mm
10 mm
10 mm
10 mm
Kertas A4 ukurannya adalah: 210 mm x 297 mm, dengan tepi kiri 20 mm dan tepi lain 10 mm.






o   Warna sampul biru tua di jilid buku bukan jilid lakban
o   Susunan laporan:
Ø  Cover laporan (lihat contoh)
Ø  Halaman pengesahan (lihat contoh)
Ø  Lembar konsultasi (lihat contoh)
Ø  Kata pengantar
Ø  Daftar isi:
I.              Membuat huruf dan angka
II.            Membuat macam-macam garis
III.           Gambar garis:
A.   Menggambar garis yang tegak lurus.
B.   Membagi sebuah garis menjadi beberapa bagian yang sama besar.
C.   Membagi sebuah sudut menjadi dua bagian yang sama besar.
D.   Memindahkan sebuah sudut.
E.   Membagi sebuah sudut siku menjadi tiga buah sudut yang sama besar.
F.    Membentuk sudut 150.
G.   Membentuk sudut 750.
H.   Membentuk sudut 22,50.
I.      Membuat segi lima yang beraturan dalam sebuah lingkaran.
J.    Membuat sebuah segi lima yang beraturan dengan sisi tertentu.
K.   Membuat segi enam yang beraturan.
L.    Membuat segi tujuh yang beraturan.
M.   Menyinggungkan sebuah busur lingkaran.
N.   Membuat sebuah elips.
O.   Membuat Parabola.
P.   Membuat Hyperbola.
Q.   Membuat lengkungan bentuk gigi.

IV.          Menggambar ulir dan sekrup
V.           Membuat proyeksi
a.    Proyeksi Amerika
b.    Proyeksi Eropa
c.    Gambar lengkap
Ø  Kesimpulan
Ø  Daftar Pustaka






Contoh Cover depan
TUGAS MATA KULIAH
MENGGAMBAR TEKNIK
HMKK 107



Disusun Oleh:
NAMA         : RENNA AGUNG MEINANTO S
NIM             : H1F107009
PRODI         : TEKNIK MESIN



UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK MESIN
BANJARBARU

2010
Contoh Lembar pengesahan


HALAMAN PENGESAHAN

TUGAS MATAKULIAH MENGGAMBAR TEKNIK
Diajukan sebagai syarat
Mata kuliah Menggambar Teknik
Prodi Teknik Mesin UNLAM

Disusun oleh:
NAMA         : RENNA AGUNG MEINANTO S
NIM             : H1F107009
PRODI         : TEKNIK MESIN







                                                                        Banjarbaru,............................
Mengetahui,                                                             Telah diperiksa dan disetujui
Ketua Program Studi Teknik Mesin          Dosen Menggambar Teknik


Mastiadi Tamjidillah, M.T.                           Rachmat Subagyo, M.T.
NIP. 19700312 199512 1 002                    NIP. 19760805 200812 1 001


                                   UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT             
                                                       BANJARBARU
                                                PRODI TEKNIK MESIN


LEMBAR KONSULTASI
TUGAS MATAKULIAH MENGGAMBAR TEKNIK

Nama                         :  ............................................................
NIM                             : .............................................................
Asisten                      : .............................................................



No
Tanggal
Materi Konsultasi
Tanda Tangan
1.



2.



3.



4.



5.



6.



7.



8.



9.



10.



11.



12.



13.



14.



15.




                                                                        Banjarbaru, 3 September 2010
                                                                        Dosen Menggambar Teknik




                                                                        Rachmat Subagyo, M.T.
                                                                        NIP. 19760805 200812 1 001


B.      PETUNJUK MENGERJAKAN TUGAS MENGGAMBAR TEKNIK



I.      Membuat Huruf dan Angka
Tujuan :
1.    Mahasiswa mengetahui aturan-aturan dalam membuat huruf dan angka standar.
2.    Mahasiswa bisa membuat huruf dan angka sesuai dengan standar yang telah ditentukan.


Standar huruf dan angka
Untuk semua angka ukuran dan tulisan-tulisan lain yang akan dibuat pada gambar tidak boleh ditulis dengan huruf biasa atau diukir, tetapi harus digambar dengan tangan supaya lebih mudah atau lebih jelas untuk dibaca. Bentuk huruf dan angka yang boleh dipakai untuk menggambar biasanya hanya ada dua type yaitu sebagai berikut:
o   Type A dengan tebal 1/14 h dengan bentuk yang tegak dan miring. Sudut kemiringan untuk huruf yang miring harus membentuk sudut 750 terhadap garis horizontal.
o   Type B dengan tebal 1/10 h dengan bentuk yang tegak dan miring. Demikian pula sudut kemiringan untuk bentuk huruf yang miring ini adalah sama seperti dengan type A yaitu membentuk sudut 75° terhadap garis horizontal.



Tabel 1.1  Tinggi huruf dan tebal huruf
Ukuran dalam mm

Perbandingan huruf besar/ kecil dan jarak spasi


Tabel 1.2 Tinggi dan jarak huruf

Tugas:
1.    Buatlah huruf (A---Z), (a---z) dan angka (0---9) dengan tinggi 2,5 mm, 3,5 mm, 5 mm, 7mm, 10mm, 14 mm dan 20 mm.
2.    Huruf dibuat fariasi antara huruf besar dan kecil
3.    Masing-masing dibuat satu halaman (lembar), misal: huruf dengan tinggi 2,5 mm satu halaman, 3,5 mm satu halaman dst.




II.     Membuat Macam-Macam Garis
Tujuan:
1.    Mahasiswa mengetahui macam-macam penggunaan garis dalam gambar teknik.
2.    Mahasiswa mampu membuat macam-macam garis sesuai aturan yang ditentukan dalam gambar teknik.
Gambar 2.1 Penggunaan garis dalam gambar teknik

Tabel 2.1 Tipe garis
Penggunaan selanjutnya secara khusus :
o   Garis kontinu tebal digunakan untuk lapisan las, simbol las, lingkaran.
o   Garis kontinu tipis digunakan untuk garis penunjuk, lipatan pinggir, bagian menyilang.
o   Garis titik garis tebal digunakan untuk simbol batas pengerasan
o   Garis titik garis tipis digunakan untuk jari-jari roda gigi, lubang lingkaran, toleransi mesin, perpanjangan lengan.

Tugas:
1.    Buat macam-macam garis seperti format dibawah ini dan lanjutkan hingga selesai


2.    Buatlah gambar seperti contoh dibawah ini









III.   Gambar Garis
Tujuan:
1.    Mahasiswa bisa menggunakan alat gambar secara benar.
2.    Mahasiswa mampu menggambar teknik dengan baik.
3.    Mahasiswa mampu membuat segi beraturan, elips, membuat sudut, cemper secara baik dan benar.

A.     Menggambar sebuah garis yang tegak lurus
Cara menggambar sebuah garis yang tegak lurus terhadap garis lainnya dapat dilakukan seperti pada gambar 3.1.
Caranya sebagai berikut :
Ø  Tariklah sebuah garis AB dengan panjang yang telah ditentukan.
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari R1 = R2 dan bertitik pusat di A dan B sehingga menghasilkan dua buah titik potong T1 dan T2, Di mana besarnya R1 dan R2 ini minimum 3/4 bagian dan panjang garis AB.
Ø  Hubungkanlah titik potong T1 dan T2 dengan sebuah garis lurus sehingga berpotongan di titik T dan tegak lurus terhadap garis AB. maka itulah garis tegak Iurus yang diminta.
Gambar 3.1
B.    Membagi sebuah garis menjadi beberapa bagian yang sama besar
Salah satu contoh untuk membagi garis tersebut dapat dilihat pada gambar 3.2 yaitu membagi sebuah garis AB menjadi tujuh bagian yang sama besar.
Gambar 3.2
Caranya sebagai berikut :
Ø  Tariklah sebuah garis AB sepanjang ukuran yang telah ditentukan.
Ø  Tariklah sebuah garis AC yang tipis sepanjang ukuran yang telah ditentukan pula dengan membentuk sudut yang sembarang terhadap garis AB.
Ø  Buatlah tanda pada garis AC sebanyak tujuh buah tanda yang dimulai dari 1 sampai 7 dengan jarak yang sama.
Ø  Tariklah sebuah garis lurus dari titik B ke tanda 7 dan setelah itu tariklah garis-garis lurus lainnya, yang dimulai dari tanda 1 sampai dengan tanda 7 yang sejajar dengan garis AB. Sehingga garis-garis
ini akan memotong garis AB. Titik potong T1 sampai dengan T6 yang terdapat pada garis AB ini, merupakan bagian yang diminta.
C.    Membagi sebuah sudut menjadi dua bagian yang sama besar
Untuk membagi sebuah sudut menjadi dua bagian yang sama besar pada dasarnya dapat dilakukan seperti terlihat pada gambar 3.3.
Gambar 3.3
Caranya sebagai berikut :
Ø  Tariklah dua buah garis AB dan AC sepanjang ukuran-ukuran yang telah ditentukan dengan mem­bentuk sudut yang sembarang.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jan R yang sembarang dengan titik pusat di A. sehingga menghasilkan dua buah titik potong T1 dan T2.
Ø  Buat kembali dua buah busur lingkaran dengan jari-jari yang tetap yaitu R dengan titik pusat di T1 dan T2, sehingga menghasilkan titik potong T3.
Ø  Tariklah sebuah garis lurus yang dimulai dari titik A sampai titik T3, maka garis AT3, ini merupakan garis pembagi yang diminta.
D.    Memindahkan sebuah sudut
Gambar 3.4a menunjukkan gambar sebuah sudut yang akan dipindahkan dan gambar 3.4b menunjukkan gambar sebuah sudut yang telah dipindahkan.
Gambar 3.4
Caranya sebagai berikut
Ø  Buatlah sebuah garis A'C' yang panjangnya sama dengan garis AC.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R1=1/2AC dengan titik pusat di titik A, sehingga menghasilkan titik potong T1 dan T2.
Ø  Pindahkanlah busur lingkaran tadi pada garis A'C' dengan jari-jari R2 = R1 dan titik pusatnya di titik A', sehingga menghasilkan titik potong T2
Ø  Buatlah busur lingkaran yang berikutnya dengan jari-jari R3, dan titik pusatnya di bilk T2. sehingga busur lingkaran tersebut berpotongan di titik polong, T1
Ø  Pindahkan busur lingkaran tadi pada garis A'C' dengan jari-jari R4 = R4 dan titik pusatnya di titik potong T2' sehingga menghasilkan titik potong T1'.
Ø  Tariklah sebuah garis lurus A'B yang, dimulai dari titik A' sehingga melalui titik potong T1' maka dengan demikian sudut BA'C' akau mma dengan sudut BAC.
E.   Membagi sebuah sudut siku menjadi tiga buah sudut yang sama besar
Gambar 3.5 menunjukkan Cara membagi sebuah sudut siku menjadi tiga buah Sudut yang sama besar.
Gambar 3.5
Caranya sebagai berikut:
Ø  Buatlah sebuah garis vertikal AC dan horizontal AB yang tegak lurus atau membentuk sudut 90°.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jarijari R1, dan titik pusatnya di titik A, sehingga menghasil­kan titik potong T1 dan T2 di mana besarnya ukuran R = 1/2 garis AC.
Ø  Pindahkanlah busur lingkaran tadi pada garis AC dengan jari-jari R2 = R1 dan titik pusatnya di titik potong T1, sehingga menghasilkan titik potong T3.
Ø  Pindahkan kembali busur lingkaran tersebut pada garis AB dengan jari-jari R3 = R2 dan titik pusatnya di titik potong T2, sehingga menghasilkan titik potong T4.
Ø  Tariklah sebuah garis lurus AD yang dimulai dari titik A sehingga melalui titik potong T3.
Ø  Tarik kembali sebuah garis Iurus AE yang dimulai dari titik A sehingga melalui titik potong T4 maka dengan Cara demikian sudut BAD = EAD = CAE.
F.     Membentuk sudut 15°
Bila kita akan membentuk sudut 15o. selain dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah busur derajat, maka dapat pula dilakukan dengan menggunakan sepasang, segi tiga, seperti terlihat pada gambar 3.6

Gambar 3.6
Caranya sebagai berikut:
Ø  Buatlah sebuah garis horizontal AB yang panjangnya telah ditentukan.
Ø  Letakkanlah sebuah segi tiga siku sama kaki secara tegak lurus terhadap garis AB.
Ø  Letakkan pula sebuah segi tiga siku-siku 60° sehingga salah satu bagian dari sisi dari setiga tersebut menjadi berimpit seperti terlihat pada gambar 3.6 itu.
Ø  Tariklah sebuah garis lurus CD dengan ukuran seperti apa yang dikehendaki. Sehingga dengan cara seperti ini, maka garis CD tersebut akan membentuk sudut 15° terhadap garis horizontal.
G.    Membuat sudut 75°
Gambar 3.7 menunjukkan cara membentuk sudut 75° terhadap garis horizontal dengan bantuan sepasang segi tiga.

Gambar 3.7
Caranya sebagai berikut :
Ø  Buatlah sebuah garis lurus AB yang panjangnya telah ditentukan.
Ø Letakkanlah sebuah segi tiga siku sama kaki dengan posisi tegak lurus terhadap garis AB.
Ø  Letakkan pula sebuah segi tiga siku 60° sehingga salah satu bagian dari sisi segi tiga tersebut menjadi berimpit dengan sisi segi tiga Sama kaki tadi.
Ø  Tariklah sebuah garis lurus CD yang memotong garis AB, sehingga dengan demikian sudut DCB= 75° yaitu Sama dengan sudut yang dikehendaki.
H.   Membuat sudut 22,5°
Cara membuat sudut 22,50, seperli ditunjukkan pada gambar 3.8

Gambar 3.8
Caranya sebagai berikut :
Ø  Buatlah sebuah garis horizontal AB dan vertikal AC yang panjangnya telah ditentukan dan mem­bentuk sudut 90'.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R1 dan titik pusatnya di titik A, sehingga menghasil­kan titik potong T1 dan T2.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R2 = R1 dan titik pusatnya di titik potong T1 .
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R3 yang ukurannya lebih besar dari R1 dan titik pusatnya di titik A sehingga menghasilkan titik potong T3 dan T4 .
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari R4 dan titik pusatnya di titik potong T3 dan T4 sehingga menghasilkan titik potong T5.
Ø  Hubungkanlah titik A dengan titik potong T5 dengan sebuah garis lurus, sehingga dengan demikian sudut T5 = 22.5°.
I.       Membuat segi lima yang baraturan dalam sebuah lingkaran
Dengan menggunakan sebuah lingkaran tertentu, dapat kita gambarkan sebuah segi lima yang beraturan, seperti terlihat pada gambar 3.9a.
Caranya sebagai berikut :
Ø  Buatlah salib sambu AB dan CD sehingga saling berpotongan di titik T.
Ø  Buatlah sebuah lingkaran dengan jari-jari R1 = TB dan titik pusatnya di titik T.
Ø  Buatlah busur lingkaran dengan jari-jari R1 = BT dan titik pusatny a di titik B, sehingga menghasilkan titik potong T1 dan T2.
Ø  Hubungkanlah titik potong T1 dan T2 dengan sebuah garis lurus sehingga menghasilkan titik potong T4.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R3=T4C dengan titik pusatnya di titik C sehingga menghasilkan titik potong E dan F.
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari yang sama yaitu R3= R4 dan titik pusatnya di titik E dan F, sehingga menghasilkan titik potong G dan H.
Ø  Hubungkanlah titik C. E, G, F, dan H dengan sebuah garis lurus sehingga didapatkan sebuah segi lima yang beraturan seperti apa yang diinginkan.
J.     Membuat sebuah segi lima yang beraturan dengan sisi yang tertentu
Dengan melalui sebuah sisi tertentu dapatlah kita menggambarkan sebuah segi lima yang beraturan seperti terlihat pada gambar 3.9b cara membuat segi lima ini pada dasarnya dapat dilakukan dengan beberapa
Gambar 3.9

Cara I
Caranya:
Ø  Buatlah sebuah garis lurus AB yang merupakan sisi dari segi lima yang beraturan dengan panjang yang telah ditentukan.
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari R = AB dan titik pusatnya di titik A dan B, sehingga menghasilkan titik potong T1 dan T2
Ø  Hubungkanlah titik potong T1 dan T2 tersebut dengan sebuah garis sumbu sehingga melebihi titik potong T1 dan berpotongan di titik potong T3.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R1 = AT3 dan titik pusatnya di titik A.
Ø  Tariklah sebuah garis vertikal yang dimulai dari titik A sehingga menghasilkan titik potong  T4.
Ø  Buatlah sebuah lingkaran dengan jari-jari R2 = R1 dan titik pusatnya di titik potong T4
Ø  Hubungkan titik B dengan titik T4 dengan sebuah garis lurus, sehingga menghasilkan titik potong T5.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R3 = RT5 yang menyinggung titik potong T5 sehingga menghasilkan titik potong C.
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari R4 = AB yang titik pusatnya di titik A dan B, sehingga menghasilkan titik potong D dan E. Kemudian hubungkanlah titik A, B, D dan E dengan sebuah garis lurus sehingga didapatkan sebuah segi lima yang beraturan seperti apa yang kita ke­hendaki.
Cara II (lihat gambar)
Gambar 3.10
Caranya sebagai berikut:
Ø  Buatlah sebuah garis lurus AB yang merupakan sisi dari segi lima yang beraturan yang panjangnya telah ditentukan.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R = BA dan titik pusatnya di titik B.
Ø  Perpanjanglah garis AB tersebut sehingga menghasilkan titik potong T.
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari R1 = R yang bertitik pusat di titik A dan B sehingga menghasilkan titik potong T1 dan T2.
Ø  Hubungkanlah titik potong T1 dan T2 ini dengan sebuah garis sumbu sehingga melebihi titik potong T1 serta menghasilkan titik potong T3.
Ø  Tariklah sebuah garis vertikal yang dimulai dari titik B sehingga menghasilkan titik potong T4.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R2=  T3 dan T4 dan titik pusatnya di titik potong T3 , sehingga menghasilkan titik potong T5.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R3 = AT5 dan titik pusatnya di titik A sehingga menghasilkan titik potong C dan D.
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari R4= R dan titik pusatnya di titik A dan D, sehingga menghasilkan titik potong E. Kemudian hubungkanlah titik-titik A. B, C. D dan E dengan sebuah garis lurus sehingga didapatkan sebuah segi lima yang beraturan seperti yang kita inginkan.
Cara III
Lihat gambar: 3.11
Caranya sebagai berikut:
Ø  Buatlah sebuah garis lurus AB yang merupakan sisi dari segi lima yang beraturan dengan panjang yang telah ditentukan.
Ø  Buatlah sebuah lingkaran dengan jari-jari R = AB dan titik pusatnya di titik A.
Ø  Buatlah sebuah lingkaran dengan jari-jari R1 = R dan titik pusatnya di titik B. sehingga menghasilkan titik potong T2 dan T4 .
Ø  Buat kembali sebuah lingkaran dengan jari-jari R2 = R1 = R dan titik pusatnya di titik T1 sehingga menghasilkan tiga buah titik potong T2 dan T4.
Ø  Tariklah dua buah garis lurus yang dimulai dari titik potong T2 ke T4, sehingga menghasilkan titik ­potong D dan dari titik potong T3 ke T4 sehingga menghasilkan titik potong C.
Ø  Buatlah dua busur lingkaran dengan jari-jan R3 = R2= R1 = R dan titik pusatnya di titik C dan D, sehingga menghasilkan titik potong E. Kemudian hububungkan titik potong A, B, D, E dan C dengan sebuah garis lurus, sehingga didapatkan sebuah segi lima yang beraturan yang kita kehendaki.
Gambar 3.11

K.    Membuat segi enam yang beraturan
Bentuk segi enam yang beraturan ini pada umumnya sering, ditemukan pada waktu menggambar sebuah mur dan baut. Cara membuat segi enam yang beraturan ini dapatlah kita lakukan seperti terlihat pada gambar 3.12.
Gambar 3.12
Caranya sebagai berikut:
Ø  Buatlah salib sumbu AB dan CD dengan ukuran yang telah ditentukan sehingga berpotongan di titik T.
Ø  Buatlah sebuah lingkaran dengan jari-jari R = TA dan titik pusatnya di titik T.
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari R1 = R dan titik pusatnya di titik A dan B sehingga menghasilkan titik potong E, G, F dan H. Kemudian hubungkanlah titik-titik A, G, H. B. F dan E dengan sebuah garis lurus sehingga didapatkan sebuah segi enam yang beraturan seperti kita ke­hendaki.
L.     Membuat segi tujuh yang beraturan
Cara membuat segi tujuh yang beraturan dapat dilakukan seperti ditunjukan pada gambar 3.13.
Gambar 3.13

Caranya sebagai berikut:
Ø  Buatlah sebuah garis AB dengan panjang yang telah ditentukan.
Ø  Bagi dualah garis AB tersebut yang sama besar dan berilah tanda titik T yang merupakan tengah­-tengah dari garis AB.
Ø  Buatlah sebuah lingkaran dengan jari-jari R = TB.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R1 = R dan titik pusatnya di titik B sehingga meng­hasilkan titik potong T1 dan T2.
Ø  Hubungkanlah titik potong T1 dan T2 tersebut dengan sebuah garis lurus, sehingga menghasilkan titik potong T3.
Ø  Buatlah busur-busur lingkaran dengan jari-jari R2 = T1 T3, sehingga menghasilkan titik-titik potong C, H, D, G, E, dan F. Kemudian hubungkanlah titik-titik tersebut dengan sebuah garis lurus, sehingga didapatkan sebuah segi tujuh yang beraturan seperti apa yang kita inginkan.
M.  Menyinggungkan sebuah busur lingkaran
Pada umumnya Cara membuat sebuah busur lingkaran yang harus menyinggung pada dua buah garis yang tegak lurus, dapat dilakukan seperti pada gambar 3.14.
Caranya sebagai berikut:
Ø  Buatlah dua buah garis yang horizontal dan vertikal sehingga berpotongan di titik T.
Ø  Buatlah sebuah busur lingkaran dengan jari-jari R1 yang panjangnya telah ditentu­kan dan titik pusatnya di titik T sehingga menghasilkan dua buah titik potong T1 dan T2.
Ø  Buatlah dua buah busur lingkaran dengan jari-jari R1 = R dan titik pusatnya di titik T1 dan T2, sehingga menghasilkan titik potong T3.
Gambar 3.14
Kemudian buat kembali sebuah busur lingkaran dengan jari-jari yang sama yaitu R1= R sehingga menying­gung dua buah garis yang tegak lurus tadi.

N.    Membuat sebuah elips
 Cara menggambar elips, yang kedua sumbu utamanya diketahui akan dibahas berikut ini.
Cara I (Gb. 3.15).
1.      Gambarlah dua buah lingkaran sepusat dengan sumbu panjang dan sumbu pendek sebagai diameter.
2.      Tariklah garis-garis radial yang memotong kedua lingkaran pada titik 1, 2.... dan 1’, 2', . . .
3.      Dari titik-titik 1, 2.... tariklah garis-garis sejajar dengan sumbu pendek, dan dari titik-titik 1', 2', . . . garis-garis sejajar dengan sumbu panjang. Dua macam garis ini akan saling berpotongan di titik 1”, 2", . . . Titik-titik potong ini adalah titik-titik dari elips.
4.      Hubungkanlah titik-titik ini dengan menggunakan sebuah mal lengkungan, maka akan dihasilkan elips yang ditanyakan.
Gambar 3.15



Cara II (Gb. 3.16).
1.   Gambarlah segi empat dengan panjang sumbu-sumbu elips sebagai sisi­-sisinya.
2.   Bagilah setengah sumbu panjang AO dalam beberapa bagian yang sama, dan sebutlah titik-titik baginya 1, 2, 3, . . . Bagilah AE dalam jumlah yang sama, dalam bagian-bagian yang sama, dan sebutlah titik-titik baginya 1’, 2', 3', .. .
3.   Tariklah D-1 yang memotong C-1' di titik 1", D-2 yang garis memotong C-2' di titik 2", dan seterusnya. Titik-titik potong ini adalah titik-titik dari elips yang harus digambar.
4.   Bagian-bagian lain dari elips dapat diselesaikan dengan cara yang sama.
Gambar 3.16
Cara III (Gb. 3.17)
1.    Pada sebuah garis lurus tentukanlah jarak PR sama dengan setengah sumbu panjang dan PQ sama dengan setengah sumbu pendek.
2.    Letakkan titik R pada sumbu pendek dan Q pada sumbu panjang dari elips, maka titik P adalah titik dari elips. Dengan menggeser P pada garis sumbu panjang dan R pada garis sumbu pendek, maka titik P akan melukis garis elips yang diminta. Cara ini disebut cara penggeseran dan dipergunakan pada mesin ellipsograph.
            Cara ini dapat dipergunakan juga untuk menentukan salah satu sumbu elips, jika sebuah titik dari elips dan salah satu dari setengah sumbu diketahui. Caranya adalah sebagai berikut (Gb.18).
            Misalkan titik P dan setengah sumbu panjang diketahui, yaitu PR.
1.    Letakkan titik R pada sumbu BB', dan hubungkanlah P dengan R.
2.    Garis PR akan memotong sumbu panjang di Q. Panjang PQ adalah setengah panjang sumbu pendek yang dicari.
Gambar 3.17

Menggambar elips dengan cara pendekatan I (Gb.3.18).
1.    Gambarlah sebuah bujur sangkar dengan sisi sama dengan setengah dari setengah selisih sumbu panjang dan sumbu pendek dari elips, dengan diagonal MN berhimpit dengan sumbu pendek MB.
2.    Ambil titik O1 pada perpanjangan sumbu pendek pada jarak MB = 2b.
3.      Perpanjang NO2 sehingga memotong sumbu panjang di O3.
4.      Gambarlah busur lingkaran dengan pusat O1 dan jari-jari O1B, kemudian. Busur lingkaran dengan pusat O2 dan jari-jari O22 dan dengan titik pusat O3 dan jari-jari O31 buatlah busur lingkaran A1. Garis lengkung A12B adalah seperempat bagian elips yang ditanyakan.
5.      Bagian elips yang lain dapat diselesaikan dengan cara yang sama.
Gambar 3.18

Menggambar elips dengan cara pendekatan II (Gb. 3.19).
1.   Hubungkanlah A dengan C. Tentukan titik F pada AC dengan jarak CF sama dengan setengah selisih sumbu panjang dan sumbu pendek. Caranya dengan mengambil OE sama dengan setengah sumbu panjang dan lingkarkanlah E ke F dengan C sebagai titik pusat.
2.   Gambarlah garis bagi tegak lurus dari AF, yang memotong sumbu panjang dan sumbu pendek di H dan K.
3.      Dengan titik H sebagai titik pusat dan jari-jari HA buatlah busur lingkaran AG. Selanjutnya gambar busur lingkaran GC dengan titik pusat K dan jari-jari KG. Lengkungan AGC adalah seperempat elips yang ditanyakan.
4.      Selesaikanlah bagian elips yang lain dengan cara yang sama.


Gambar 3.19

O.    Parabola
Pada Gb.3.20 diperlihatkan cara menggambar parabola, jika sumbu AB, titik puncak A dan sebuah titik sembarang P diketahui.
1.      Gambarlah garis tegak lurus CD pada AB melalui titik puncak A.
2.      Gambarlah garis tegak lurus PE pada AB melalui titik P, dan ambilah BE = BP.
3.      Bagilah BP dan CP dalam beberapa bagian yang sama dan jumlahnya sama, dan berilah tanda 1, 2, 3.... dan 1’, 2', 3', ...pada titik bagi tersebut.
4.      Tariklah garis-garis sejajar dengan AB melalui titik-titik bagi 1, 2, 3.... Hubungkanlah A dengan titik-titik bagi 1', 2', 3', . . . Garis-garis ini akan memotong garis-garis sejajar pada titik-titik 1", 2", 3 yang merupakan titik-titik dari parabola yang ditanyakan. Dengan menghubungkan titik-titik parabola ini dengan mal lengkungan akan diperoleh parabolanya. Bagian parabola yang simetris dapat diselesaikan dengan cara yang sama.
Gambar 3.20

P.        Hyperbola
Pada Gb. 3.21 diperlihatkan cara menggambar hyperbola, jika sumbu AB, dua titik puncak A dan A' dan sebuah titik P pada hyperbola di ketahui.
1. Gambarlah segi empat panjang melalui titik puncak A dan titik P, dengan BE = PE.
2. Bagilah BP dan CP dalam beberapa bagian yang sama dalam jumlah yang sama, dan berilah tanda 1, 2, 3.... dan 1’, 2', 3', ..
3.  Hubungkanlah titik A dengan 1', 2', 31.... dan titik A' dengan 1, 2, 3.... Kumpulan garis-garis ini akan berpotongan pada titik 1", 2", 3", .. 4. Hubungkanlah titik-titik terakhir ini dengan menggunakan sebuah mal lengkungan, maka hasilnya adalah bagian dari hyperbola yang ditanyakan. Bagian yang lain dapat diselesaikan dengan cara yang sama.


Gambar 3.21

Q. Membuat Lengkung bentuk gigi
            Beberapa bentuk lengkungan dipakai untuk membentuk sebuah gigi dari suatu roda gigi. Yang umum dipakai adalah lengkungan evolvent dan lengkungan cycloida.
a.         Evolvent:
          Sebuah lengkungan evolvent adalah sebuah lengkungan yang di­hasilkan oleh sebuah titik pada benang yang dilepas dari gulungan pada sebuah lingkaran, atau sebaliknya, dengan ketentuan bahwa benangnya harus tetap tegang, seperti terlihat pada Gb.3.22.
Cara menggambarnya dibahas di bawah ini:
1.    Gambarlah sebuah lingkaran dengan titik pusat O, dan tariklah garis singgung AB melalui titik A pada lingkaran tersebut. Panjang AB adalah sama dengan panjang keliling lingkaran (lih. Gb. 3.22).
2.    Bagilah keliling lingkaran dan garis singgung dalam bagian-bagian yang sama dalam jumlah yang sama. Di sini keduanya dibagi dalam duabelas bagian yang sama. Berilah tanda pada titik-titik bagi masing-masing 1, 2, 3.... dan 1', 2', 3’,....
3.    Tariklah pada titik-titik 1, 2, 3,.... garis-garis singgungnya. Buatlah panjang garis singgung 11" = A1', 22' = A2’, 33' = A3', dst. Jika titik-titik 1", 2", 3", ... dihubungkan dengan bantuan sebuah mal lengkungan, maka akan dihasilkan garis evolvent.
Gambar 3.22
Gambar 3.23

b. Cycloida:
          Jika sebuah lingkaran digelindingkan pada sebuah garis lurus tanpa tergelincir (slip), maka sebuah titik pada lingkaran tersebut akan meng­gambarkan sebuah cycloida, seperti pada Gb. 3.24

Cara penggambarannya adalah sebagai berikut:
1.      Gambarlah garis singgung AB pada lingkaran yang diketahui.         Panjang AB adalah sama dengan panjang keliling lingkaran.
2.      Bagilah lingkaran dan garis singgung dalam bagian-bagian yang   sama dalam jumlah yang sama. Di sini diambil duabelas bagian           yang sama. Berilah tanda-­tanda 1, 2, 3, . . . pada lingkaran dan   
      1’, 2', 3', . . . pada garis singgung.
3.      Tariklah garis-garis sejajar dengan AB melalui titik-titik 1, 2, 3, ... ,     dan garis­-garis tegak lurus pada AB melalui titik 1’, 2’, 3’.... Dua   kelompok garis ini akan saling berpotongan di titik-titik 1”, 2", 3", ..
4.      Gambarlah pada titik 1", 2", 3", . . . sebagai titik pusat lingkaran-       lingkaran yang sama dengan lingkaran yang diketahui.        Lingkaran-lingkaran ini akan memotong garis-garis sejajar        dengan AB di titik-titik 1"', 2”', 3”', . . . Jika titik-titik terakhir ini dihubungkan oleh sebuah garis licin, akan dihasilkan cycloida.
Gambar 3.24

R. Picycloida dan Hypocycloida:
          Jika sebuah lingkaran menggelinding di luar atau di dalam sebuah lingkaran, maka sebuah titik pada lingkaran gelinding ini akan menggambarkan sebuah epicycloida atau hypocycloida. Pada Gb. 3.25 diperlihatkan cara menggambar epicycloida dan hypocycloida. Cara yang sama pada pembuatan cycloida dipakai juga di sini, kecuali garis lurusnya diganti dengan sebuah busur lingkaran.

Gambar 3.25













IV.  Menggambar Ulir
Tujuan :
1.    Mahasiswa mengetahui jenis ulir dalam dan ulir luar.
2.    Mahasiwa bisa membuat ulir dalam, ulir luar, ulir dalam dan luar dalam gambar teknik secara benar.
Apabila melihat sebuah baut atau mur yang biasa sering digunakan untuk sambungan-sambungan lepas pada bagian mesin, maka pada bagian ujung baut atau di bagian dalam dari mur tersebut akan terlihatlah apa yang di­maksud dengan ulir, seperti terlihat pada gambar 4.1. Bila ditinjau dari fungsinya ulir tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut :
·         Ulir pengikat yaitu yang bisa digunakan untuk sambungan yang bisa dibongkar pasang
·         Ulir penggerak yaitu yang biasa digunakan untuk menggerakkan bagian-bagian lain yang harus berge­rak, misalnya seperti pada dongkrak buaya catok atau ragum dan sebagainya
Dan bila ditinjau dari bentuk profilnya dapat berbentuk segi tiga, segi empat trapesium, bulat atau berbentuk gergaji. Cara pembuatan ulir tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
·         Untuk ulir-ulir yang tidak memerlukan ketelitian yang cukup tinggi, pembuatan ulir dibuat dengan cara di-sney atau di-tap.
·         Untuk ulir-ulir yang harus memerlukan ketelitian yang cukup tinggi biasanya dilakukan dengan cara pembubutan. Cara penyajian ulir pada gambar tek­nik, baik untuk ulir luar maupun ulir dalam harus digambarkan dengan garis tipis.

Gambar 4.1
1. Ulir luar.
Ulir semacam ini biasanya sering terjadi pada baut, baut tap atau batang-batang lainnya. Cara penyajian ulir-luar pada gambar teknik yaitu seperti ditunjukkan pada gambar 4.2.
Gambar 4.2
Keterangan
- Diameter luar ulir baik pada gambar pandangan alas maupun pandangan depan digambarkan dengan garis tebal/garis gambar.
-  Diameter teras Ulir bila digambar pada gambar pandangan atas digambarkan dengan garis tipis dan dihiIangkan seperempat bagianya.
-       Diameter teras ulir bila digambar pada pandangan depan digambarkan dengan garis tipis.
-       Batas dari ulir pada gambar pandangan depan di­gambarkan dengan garis tebal.
-       Ulir tidak sempurna pada gambar pandangan depan digambarkan dengan garis tipis dan membentok sudut 150 atau 300.

2. Ulir dalam
UIir dalam ini biasanya terjadi pada muar. Cara penyajian ulir dalam pada gambar teknik yaitu seperti pada gambar 4.3.
Gambar 4.3

Di mana diameter luar ulir bila, digambar pada gambar pandangan atas digambarkan dengan garis tipis dan se­perempat bagiannya dihilangkan. Dan diameter teras ulir pada gambar pandangan atas digambarkan dengan garis tebal atau garis gambar. Bila ulir dalam ditinjau ­dari gambar pandangan, maka garis ulir bukan lagi garis tipis tapi digambarkan dengan garis gores seperti terlihat pada gambar 20 a.
Gambar 4.4

Dan bila ulir dalam itu dipotong, maka penyajian pada gambar potongannya yaitu diameter luiar digambar­kan dengan garis tipis dan diameter teras digambarkan dengan garis gambar  ( gambar 4.4)
3. Ulir luar dan ulir dalam
Cara meggambar ulir pada gambar potongan bila keadaan ulir dalam dan ulir luar dalam keadaan terpasang. seperti terlihat pada gambar 4.5. Dimana diameter luar dan ulir luar sama dengan dia­meter luar dari ulir dalam yang digambarkan dengan garis tebal dan diameter teras dari ulir luar sama dengan diameter teras dari ulir dalam yang digambarkan dengan garis tipis. Jadi garis ulir atau garis yang tipis pada gambar potongan tersusun, tetap digambarkan pada ulir luar atau pada batang bautnya. Bila bentuk profil ulir yang digambar itu berbentuk segi empat atau trapesium, maka penyajian pada gambar teknik baik untuk ulir luar maupun ulir dalamnya harus diperlihatkan bentuk pro­filnya sebagian kecil dengan jelas. seperti teililiat pada gambar 4.6.

Gambar 4.5

Gambar 4.6

4.      Menggambar mur dan baut
Mur dan baut ini sering sekali ditemukan pada bagian-bagian mesin, yang berfungsi sebagai pengikat dari bagian-bagian lain yang mendapatkan beban yang rendah. Di mana bentuk kepala baut atau mur tersebut dapat berbentuk segi enam atau segi empat disesuaikan menurut keperluannya. Cara penggambaran mur dan baut pada proyek si tegak yaitu seperti ditunjukan pada gambar 23.
Gambar 4.7
Gambar 4.8
Caranya sebagai berikut :
§  Buatlah sebuah segi enam yang beraturan pada gambar pandangan samping kanan dengan meng­gunakan sebuah segi tiga siku 600 dengan lebar menyudut C = 2d.
§  Buatlah sebuah lingkaran dalam = lebar kunci yang menyinggung segi enarn tadi.
§  Buatlah lingkaran ulir luar dengan garis tebal.
§  Buatlah lingkaran ulir atau diameter teras dengan garis tipis dan seperempat bagiannya dihilang­kan.
§  Kemudian proyeksikanlah pandangan atas itu ke pandangan depan dan pandangan samping kanan yang mempunyai ukuran-ukuran seperti terlihat pada gambar.
Di mana ukuran-ukuran tersebut antara lain sebagai berikut :
d   = Diameter ulir luar.
k   = Tinggi kepala baut;           k = 0,7 d.
m = Tinggi mur;                         m = 0,8 d.
L   = Panjang ulir;                  L = 2d
L 1 = Panjang tangkai
c = Lebar menyudut,        c = 2 d.
s   = Lebar kunci.
§  Dan selanjutnya buatlah busur-busur lingkaran yang menyinggung garis-garis horizontal dengan jari-jari R dan ukurannya seperti terlihat pada gambar 24 itu.
§  Bila busur-busur lingkaran tersebut telah dibuatnya maka bagian sisi luar dari segi empat pada pandangan depan dibuat miring dengan membentuk sudut 1200.
Untuk memudahkan pemasukan baut tersebut kepada murnya, maka pada bagian ujung baut itu dapat dibentuk cembung atau di pinggul miring seperti terlihat pada gambar 25.
Gambar 4.9

Tugas :

1.    Gambar ulir luar dan dalam M 15 dan lengkapi pula dengan ukurannya.







V.    Membuat Proyeksi

a.   Proyeksi Eropa
Tujuan :
1.    Mahasiswa memahami yang dimaksud dengan proyeksi Eropa dan penggunaannya.
2.    Mahasiswa mampu membuat gamtek dengan proyeksi Eropa secara benar.
Gambar 5.2  Lambang proyeksi Eropa

Gambar 5.2  Letak pandangan proyeksi Eropa



Gambar 5.3  Contoh penyelesaian dengan proyeksi Eropa





SOAL:
Perhatikan gambar 5.4, selesaikan dengan menggunakan proyeksi Eropa secara lengkap dan benar, dengan ketentuan :
§  Ukuran diskalakan sendiri
§  Pandangan depan adalah pandangan yang paling banyak memberikan informasi teknik
§  Tampilkan semua pandangan

Gambar 5.4


b.   Proyeksi Amerika
Tujuan :
1.    Mahasiswa memahami yang dimaksud dengan proyeksi Amerika.
2.    Mahasiswa mampu membuat gamtek dengan proyeksi Amerika secara benar.
3.    Mahasiswa bisa mengetahui perbedaan antara Proyeksi Eropa dan Amerika.
Gambar 5.5  Lambang proyeksi Amerika


Gambar 5.6  Letak pandangan proyeksi Amerika

Gambar 5.7  Contoh penyelesaian dengan proyeksi Amerika

SOAL:
Perhatikan gambar 5.8, selesaikan dengan menggunakan proyeksi Amerika secara lengkap dan benar, dengan ketentuan:
§  Ukuran diskalakan sendiri
§  Pandangan depan adalah pandangan yang paling banyak memberikan informasi teknik
§  Tampilkan semua pandangan


Gambar 5.8

c.    Gambar Lengkap
Tujuan :
1.    Mahasiswa bisa membuat gambar teknik secara lengkap dan benar sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
2.    Mahasiswa mampu membuat garis ukuran pada gambar.
3.    Mahasiswa mampu menyajikan proyeksi Amerika secara benar.
SOAL:
Petunjuk mengerjakan soal:
1.    Siapkan kertas gambar A4.
2.    Lengkapi dengan Kepala gambar
3.    Susunan atau letak gambar lihat bagian kanan bawah pada penempatan gambar.
A.   Lihat gambar 5.9
1. Berapakah besarnya ukuran J ?
2. Berapakah besarnya diameter K ?
3. Hitunglah besarnya ukuran M ?
4. Berapakah besarnya ukuran L ?
5. Berapakah tebalnya bidang H ?
6. Berapakah besarnya tinggi T ?
7. Hitunglah besarnya ukuran U ?
8. Hitunglah besarnya lebar V ?
9. Hitunglah besarnya ukuran R ?
10. Berapakah tebalnya bidang P ?
11. Berapakah besarnya ukuran N ?
12. Hitunglah besarnya ukuran S ?
B. Lihat penempatan gambar.
1. Gambarkanlah pandangan samping Kiri, pandangan Depan dan potongan D—D pada ukuran kertas A4 dengan Skala 1 : 1.
Gambar 5.9







DAFTAR PUSTAKA

1.    Marbun, Moyn. 1993. Menggambar Teknik Mesin. Bandung: M2S Bandung.
2.    ___________, Menggambar Teknik, Poliban.
3.    G. Takeshi Sato, N. Sugiarto Hartanto. 1992. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO. Jakarta. Pradnya Paramita.
4.    Sularso, 1993. Menggambar Teknik. Jakarta. Pradnya paramita.


1 komentar: